Selasa, 18 April 2017

Makalah pengelolaan PSG




Observasi
Diajukan guna memenuhi tugas Matakuliah Profesi Kependidikan
Dosen Pengampu : Moh. Zulianto, S.Pd, M.Pd

Pengelolaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK TEKNOLOGI
SMK NEGERI 3 JEMBER

Oleh :
                                    Kiki Zania Fitriana               (160210301069)
Amalina Mubarokah            (160210301082)
Aulia Devi Ramadhanty       (160210301094)         

Kelompok 11
Kelas B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
JEMBER
2017



KATA PENGANTAR

            Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan hasil observasi ini yang berjudul Pengelolaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK Teknologi. Kami dari kelompok 11 yang melakukan wawanara di SMK Negeri 3 Jember. Laporan hasil observasi ini disusun untuk melengkapi salah satu tugas mata kuliah Profesi Kependidikan.

            Terima kasih juga kepada dosen pembimbing dan semua pihak yang membantu dalam pembuatan laporan hasil observasi ini, terutama dari pihak SMKN 3 Jember yang bersedia untuk kami wawancarai dan memberikan informasi yang kami butuhkan. Tentunya laporan hasil observasi ini tidak pernah luput dari kesalahan dan kekurangan baik itu di segi penulisan ataupun penyusunan. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun untuk perbaikan hasil observasi kami lainnya di kemudian hari.



                                                                               Jember, 6 Mei 2017



                                                                                                    Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1              Latar belakang masalah
1.2              Rumusan masalah
1.3              Tujuan
1.4              Manfaat
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1       Tinjauan teori / konsep / pustaka
2.2       Paparan Hasil Observasi (wawancara)
2.3       Pembahasan / Hasil Diskusi
BAB 3 PENUTUP
            3.1       Kesimpulan
            3.2       Saran
DAFTAR PUSTAKA              

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembentukan sumberdaya manusia.Dapat dikatakan kalau kemajuan suatu bangsa tergantung pada bagaimana  bangsa itu membangun sumberdaya manusianya menjadi berkualitas.Pendidikan kepada masyarakat itu penting.
Pada hakikatnya sumberdaya manusia yang bermutu dalam konteks pembangunan Indonesia adalah manusia yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, sikap dan budi pekerti yang baik serta memiliki keterampilan handal. Jika bangsa Indonesia ini berkualitas, pasti akan mencerminkan kualitas manusia Indonesia di masadepan.
Tentu saja, penerapan konsep sumberdaya manusia berkualitas butuh waktu dan proses yang panjang. Namun prinsipnya adalah secara bertahap, berangsur-angsur, berkelanjutan dan terorganisir dengan baik.

1.2 Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan pendidikan system ganda di SMK ?
2.      Di SMKN 3 Jember untuk bidang teknologi ada berapa jurusan? Dan seperti apa saja spesifikasi dari jurusan teknologi tersebut?
3.      PSG ini dilaksanakan pada saat kapan? Dan pada kelas berapa?
4.      Periode PSG ini berapa lama dan apa saja yang dilakukan siswa disana?
5.      Pembekalan apa saja yang dipersiapkan pihak sekolah untuk siswanya saat melaksanakan PSG?
6.      Apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolan PSG?
7.      Seberapa tingkat keberhasilan PSG yang telah dicapai oleh SMKN 3 Jember?
1.3  Tujuan
-      Untuk mengetahui tentang pendidikan SMK yang ada di Indonesia.
-      Mengetahui proses pembelajaran di SMK.
-      Mengetahui tentang Sistem Pendidikan Ganda (PSG) di SMK.
-      Mengetahui metode dan strategi penerapan PSG.
-      Memajukan pendidikan yang sudah ada saat ini.
-      Mengetahui tujuan diadakannya PSG.
-      Mengetahui manfaat yang diperoleh dari kegiatan PSG
1.4  Manfaat
-      Dapat lebih memahami bagaimana Sistem Pendidikan Ganda (PSG).
-      Jika nanti melakukan KKN di SMK, akan lebih mengerti tentang PSG.
-      Mencari kelemahan pada Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
-      Keuntungan yang didapatkan untuk siswa yang PSG.
-      Lebih meningkatkan lagi kualitas pendidikan di Indonesia.

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1  Tinjauan Teori/Konsep/Pustaka
Istilah sistem merupakan istilah dari bahasa yunani “system” yang artinya adalah himpunan bagian atau unsur yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai tujuan bersama. Menurut John Mc. Manama, sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien. Sedangkan menurut L. James Havery, sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.Jika salah satu elemen rusak atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka sistem tersebut pun akan terganggu fungsinya. Jadi dengan kata lain, jika suatu elemen bermasalah maka elemen lain yang terhubung dengannya juga akan bermasalah dan juga sistemnya.
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) atau mungkin lebih akrab dikenal dengan Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional, yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Pada saat ini istilah PSG sudah jarang digunakan lagi dan berganti nama menjadi Prakerin (Praktik kerja lapangan). Intinya tetap sama saja. Siswa diberikan pengalaman bekerja di dunia usaha dan dunia industri.Ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimana saja kita berada, sedangkan kiat tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri.Sebelum terjun untuk melakukan prakerin, para siswa disekolah kejuruan sudah dibekali ilmu yang sesuai dengan jurusan yang mereka pilih.Bekal keilmuan yang mereka terima tersebut pastinya sangat bermanfaat baginya di dunia kerja nanti.

Melalui Pendidikan Sistem Ganda diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang profesional tersebut.Dimana para siswa yang melaksanakan pendidikan tersebut diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat dan sekaligus mempelajari dunia industri.
Tanpa diadakannya Pendidikan Sistem Ganda ini kita tidak dapat langsung terjun ke dunia industri karena kita belum mengetahui situasi dan kondisi lingkungan kerja.Selain itu perusahaan tidak dapat mengetahui mana tenaga kerja yang profesional dan mana tenaga kerja yang tidak profesional.Pendidikan Sistem Ganda memang harus dilaksanakan karena dapat menguntungkan semua pihak yang melaksanakannya.
Tujuan dilaksanakannya PSG diantaranya untuk :
·         Meningkatkan, memperluas dan menetapkan keterampilan yang dapat membentukan kemampuan siswa sebagai bekal untuk terjun ke lapangan pekerjaan yang sesuai dengan studi yang dipilihnya. Meskipun nantinya jumlah peluang lowongan pekerjaan yang ada biasanya tidak sesuai dengan bidang keahlian yang di miliki siswa.
·         Menumbuh kembangkan dan memantapkan sikap professional yang di perlukan siswa untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.
·         Mengukur potensi siswa setelah dihadapkan pada berbagai masalah di lapangan.
·         Mengembangkan dan memantapkan sikap profesional yang di perlukan siswa untuk memasuki lapangan kerja sesuai dangan bidangnya.
·         Menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki keahlian profesional yaitu lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan etos kerja yang sama dengan tuntutan lapangan kerja yang semakin kompetitif.
·         Selain itu PSG juga banyak menguntungkan banyak pihak, bagi sekolah , bagi dunia usaha, bagi dunia industri, bagi perusahaan, bagi instansi, dan terutama bermanfaat untuk siswa tersebut.
2.2  Paparan Hasil Observasi (wawancara)     
Observasi ini kami lakukan di SMK Negeri 3Jember yang berlangsung pada tanggal 7 Maret 2016.Guna untuk memenuhi tugas matakuliah Profesi Kependidikan.Kami kelompok 11 mendapatkan tema observasi “Pendidikan Sistem Ganda di SMK Teknologi”.Dari hasil observasi tersebut terdapat berbagai informasi yang kami butuhkan berkaitan tentang pendidikan sistem ganda di SMK Negeri 3 Jember tersebut.
Kami memilih observasi di SMK Negeri 3 Jember ini karena di sekolah ini ada  kompetensi keahlian yang berkaitan dengan tema observasi kami yakni tentang teknologi. Di SMK Negeri 3 Jember ini ada beberapa paket keahlian yakni :
-      Jasa Boga
-      Tata Busana
-      Akomodasi Perhotelan
-      Kecantikan Rambut
-      Usaha Perjalanan Wisata
-      Multimedia
-      Rekayasa Perangkat Lunak
-      Teknik Komputer Jaringan
Tetapi untuk fokus kami , hanya melakukan observasi tentang paket keahlian yang berkaitan dengan teknologi saja. Fokus dengan paket keahlian Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK Negeri 3 Jember terstruktur dalam bentuk praktek kerja industri atau yang biasa disebut dengan istilah Prakerin.Pengelolaan pendidikan sistem ganda ini di bawah naungan humas dan industri, dimana dari dua Pokja (kelompok kerja) tersebut terbagi menjadi dua komponen kerja yakni bagian praktek kerja industri yang membawahi semua K3 (ketua kompetensi keahlian) dan yang kedua adalah bagian bursa kerja khusus (BKK) dan promosi sekolah.
SMK Negeri 3 Jember membangun kerjasama dengan sejumlah perusahaan , instansi pemerintah maupun swasta, beberapa usaha industri , beberapa hotel dan bidang – bidang usaha tentang elektronik dan teknologi di seluruh Indonesia. Namun wilayah yang lebih dominan sering ditempati sebagai tempat praktek kerja lapangan (PSG) adalah di pulau Jawa khususnya Jawa Timur dan Bali.
Untuk penempatan siswa PSG biasanya diluar kota tetapi sekitar wilayah Pulau  Jawa dan Bali. Tentunya hal ini disesuaikan dengan pertimbangan biaya hidup di sejumlah kota tersebut lebih efisien dan terjangkau oleh kalangan kelas menengah kebawah yang sudah di sepakati oleh siswa dan wali murid itu sendiri. Hal ini dimaksudkan oleh pihak sekolah sebagai upaya meringankan beban yang di tampung oleh wali murid.Pihak sekolah hanya memberikan penawaran tempat-tempat yang bisa di jadikan sebagai tempat praktek kerja industri (PSG) saja, untuk selebihnya pihak sekolah menyerahkan kepada pihak wali murid untuk dipertimbangkan lebih jauh dengan siswanya.
Pihak sekolah juga tidak sembarangan memilihkan tempat prakerin untuk siswanya. Biasanya untuk murid yang pandai dan terampil serta mumpuni dalam bidang kejuruannya, biasanya di tempatkan diluar kota. Hal itu dimaksudkan supaya para siswa tersebut bisa menyerap ilmu dari wilayah yang jauh beda dengan lingkungan yang biasanya mereka tinggali. Jika diluar kota pasti banyak perbedaan dengan yang ada di kota mereka sendiri. Pengalaman itulah yang ingin pihak sekolah berikan kepada para siswa nya.
Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK Negeri 3 Jember dilaksanakan siswa kelas 11 atau kelas 2 melakukan praktek di industri untuk mempraktekan langsung di dunia nyata. Waktu pelaksanaan PSG khususnya keahlian teknologi seperti Multimedia, rekayasa perangkat lunak (RPL) dan Teknologi Komputer Jaringan (TKJ)berlangsung mulai bulan Januari-April, yaitu selama 4 bulan dan paling lama selama 6 bulan. Pihak sekolah menghitung tanggal sejak penyerahan siswa nya di pihak DU/DI hingga per tanggal yang sudah disepakati atau sudah disetujui oleh kedua belah pihak, yakni pihak sekolah dan pihak DU/DI. Tetapi di sekolah ini diterapkan 4 bulan karena jika siswa terlalu lama di luar sekolah dikhawatirkan akan sulit untuk mengikuti pelajaran biasa yang ada di sekolah. Selama prakerin siswa harus melaksanakan sejumlah kewajiban  diantaranya adalah menjunjung tinggi nama baik almamater, melaporkan keberadaannya kepada sekolah setiap bulannya, memenuhi kewajiban administrasi keuangan setiap bulannya kepada sekolah, dan mentaati peraturan yang berlaku di dunia usaha atau dunia industri, wajib mengenakan identitas sekolah selama di dunia usaha/industri dan diasuransikan, mengisi buku jurnal kegiatan harian sesuai yang dilakukan di dunia usaha/industri, melaporkan kepada kepala sekolah jika pindah tempat prakerin. Untuk siswa kelas 10 atau kelas 1 juga sudah diajarkan prakerin.Prakerin tersebut maksudnya adalah praktek intern. Praktek intern berguna sebagai persiapan prakerin yang akan dilaksanakan di kelas 2. Dalam praktek intern, siswa akan berlajar untuk berkreatif, tanggung jawab, berinteraksi dengan guru di luar suasana KBM pada wajarnya, meningkatkan ketahanan mental, dan memberikan pengetahuan tentang praktek kerja itu sendiri. 
Sebelum para siswa diberangkatkan untuk melakukan pendidikan sistem ganda atau yang biasa disebut dengan praktek kerja industri, terlebih dahulu mereka dibekali pelatihan-pelatihan khusus kurang lebih satu bulan sebelum diberangkatkan.Pembekalannya pun terbagi menjadi dua bagian, yakni pembekalan umum dan pembekalan jurusan.Untuk pembekalan umum ini biasanya meliputi pelatihan etika dan sopan santun sebelum nantinya mereka berada di industri tempat mereka melangsungkan PSG. Bagi SMK Negeri 3 Jember sopan santun dan etika dalam berinteraksi dengan orang lain tentu sangat penting. Para siswa tentu saja membawa nama baik sekolah, nama baik kabupaten, nama baik keluarga mereka dan tentunya nama baik mereka sendiri. Jika pendidikan etika , moral dan sopan santun ini tidak dipertegas oleh pihak sekolah, pastilah sangat merugikan bagi siswa itu sendiri.
Sebelum siswa diberangkatkan PSG diadakan pembekalan secara akademik.Pembekalan akademik  ini meliputi pelatihan-pelatihan ilmu dasar tentang kompetensi keahlian yang akan mereka praktekan di industri. Dan juga pemberian materi-materi  pembekalannya seperti orientasi dunia usaha atau industri, tugas dan kewajiban siswa prakerin di dunia usaha/ industri, petunjuk pengisian buku-buku prakerin seperti jurnal prakerin, pembuatan laporan dan sebagainya, pembenahan sikap siswa selama di dunia usaha/industri. Pembekalan akademik dibantu juga dari pokja (kelompok kerja) 1 hari sebelum keberangkatan untuk mendiskusikan kembali tentang kapan diberangkatkan siswanya, kegiatan apa saja yang dilakukan siswanya di tempat prakerin, jadwal keberangkatan hingga jadwal atau rutinitas siswa yang sedang menempuh prakerin di dunia industri. Di SMK Negeri 3 Jember ini kepala sekolah bertindak sebagai motivator yang selalu memberi nasehat dan memberikan semangat kepada siswa yang prakerin supaya bisa melalakukan yang terbaik untuk dirinya sendiri dan kepala sekolah juga berharap para siswa yang prakerin tersebut bisa mengimplementasikan dan menerapkan bidang keilmuan dan bidang jurusan keahlian yang sudah ia pelajari selama masa sebelum ia berangkat PSG.
Dan untuk yang pembekalan jurusan ini meliputi pelatihan-pelatihan ilmu dasar tentang kompetensi keahlian yang akan mereka praktekkan di dunia usaha dan dunia industri. Hal ini merupakan bagian dari usaha yang dilakukan oleh masing-masing ketua jurusan agar nantinya disaat para siswa melangsungkan praktek kerja industri tidak canggung dan mungkin akan lebih memuaskan industri yang tengah ditempati siswanya tersebut.
Pihak sekolah selalu menekankan tentang moralitas, etika, kesopanan dan kedisiplinan siswanya. Yang bertujuan untuk menjaga nama baik SMK Negeri 3 Jember ini agar tidak berdampak negatif untuk adik-adik kelasnya dikemudian hari. Jika perilaku siswa yang prakerin itu buruk, untuk adik kelas selanjutnya yang akan ber prakerin juga tentunya sudah tidak dipercaya lagi melakukan praktek kerja di DU/DI tersebut. Selain itu jika siswa berperilaku buruk, tentu akan berpengaruh dengan sertifikat praktik kejuruan yang merupakan syarat standarisasi SMK untuk menempuh kenaikkan kelas dan kelulusannya pada saat sudah kelas duabelas (XII).
Prakerin tersebut bermanfaat bagi siswa yaitu meningkatkan kompetensi siswa, karena siswa dapat mengaplikasikan sebagian teori yang di sekolah serta meningkatkan pengetahuan tentang apa yang di praktekan di tempat prakerin. Selama melaksanakan prakerin secara tidak langsung meningkatkan kompetensi masing-masing seperti berinteraksi, bersosialisasi dengan jam kerja dan menghadap orang kantor yang sesungguhnya sangat berbeda dengan interksi yang ada di sekolah. Dengan demikian akan menambah kemampuan sebagai bekal untuk melamar pekerjaan di masa mendatang.
Dalam pelaksanaan PSG tersebut terdapat kendala-kendala yang dihadapi seperti waktu atau jangka waktu lamanya praktek kerja industri ini.Harus ada komitmen dengan perusahaan atau instansi agar batas waktu PSG tersebut jelas. Di kota Jember menjadi sasaran SMK teknologi lainnya untuk dijadikan tempat PSG, sehingga pihak sekolah harus bisa melobi atau mendekati perusahaan/instansi agar siswanya bisa PSG tidak di luar kota Jember. Hal tersebut dikarenakan susahnya mencari tempat PSG yang jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah siswa yang butuh tempat PSG.  Kendala yang lain seperti keterbatasan dana yang dimiliki pihak sekolah untuk melaksanakan program prakerin menyebabkan pihak siswa harus membayar biaya tambahan. dana tambahan yang dikeluarkan siswa tersebut dalam kenyataannya jumlahnya cukup besar karena lamanya waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan prakerin. Hal ini sebagai kendala sekolah terutama bagi siswa yang datang dari keluarga tak mampu.Selain itu dari anak didik/ siswa kurangnya keseriusan dari mereka menyebabkan pelaksanaan Prakerin tidak bisa memperoleh hasil seperti yang diharapkan. Meskipun jumlahnya kurang dari 5%, akan tetapi Masih ditemukan siswa yang menganggap bahwa prakerin itu sebagai sesuatu hal yang dilakukan secara santai saja, sehingga mereka sering tidak masuk, membolos dan bahkan tidak memperhatikan selama pelaksanaan prakerin. Mereka menganggap masa pendidikannya telah berakhir.Prakerin hanya untuk formalitas belaka.Ini tentu berdampak pada efektivitas dan efisiensi dari program tersebut.
Tingkat keberhasilan yang telah di capai oleh SMK Negeri 3 Jember ini cukup memuaskan, sebab tidak kurang dari 80% siswa telah di rekrut oleh perusahaan maupun industri dimana tempat mereka melaksanakan PSG. Memang tak dapat di pungkiri bahwa keberadaan SMK di berbagai daerah kini telah menyumbangkan sekian prosen siswa siap kerja dengan berbagai keahlian di bidangnya. Hal ini membuktikan bahwa dengan adanya SMK setidaknya angka pengangguran di Indonesia akan lebih berkurang di bandingkan dengan kondisi dimana sekolah menengah kejuruan belum berkembang seperti sekarang ini.

Pemerintah pun kini tengah mensosialisasikan kepada khalayak masyarakat untuk mendukung program pemerintah melalaui sekolah menengah kejuruan dengan berbagai keahlian atau bidang di dalamnya. Sehingga diharapkan tahun demi tahun sekolah menengah kejuruan menyumbangkan tenaga kerja yang terampil dan kompeten di bidangnya masing-masing untuk meminimalisir angka pengangguran yang sudah membengkak di Indonesia ini.

2.3 Pembahasan / Diskusi Hasil
          Pada tanggal 7 Maret 2017 lalu, kelompok kami sudah melakukan observasi ke SMK Negeri 3 Jember dengan tema “Pendidikan Sistem Ganda di SMK Teknologi”.  SMK Negeri 3 Jember merupakan salah satu SMK yang berbasih pariwisata, akan tetapi disini terdapat beberapa paket keahlian terkait dengan teknologi, yaitu Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknik Komputer Jaringan.

            Dari hasil observasi yang sudah kami lakukan, kami telah memperoleh beberapa informasi yang kami butuhkan. Sesuai namanya Sekolah Menengah Kejuruan merupakan jenjang pendidikan yang mempersiapkan siswanya untuk terjun ke dunia kerja sesuai dengan keahliannya. SMK memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswanya dan mengembangkan kompetensi siswa di bidang pekerjaan tertentu. Pada kenyataannya tidak semua siswa tamatan SMK siap menghadapi dunia kerja yang sejatinya berbeda dengan dunia ketika ia sekolah. Disini peran sekolah sangat

            Pendidikan Sistem Ganda atau Praktek Industri (Prakerin) di SMK Negeri 3 Jember sudah dilaksanakan sesuai teori, yakni pihak sekolah sudah melakukan kerja sama dengan pihak-pihak industri yang khususnya berada di wilayah Kabupaten Jember. Meskipun ada beberapa jalinan kerjasama yang diluar kota Jember seperti di Bali, namun yang berada di kota Jember ini yang diutamakan hal ini melihat situasi dan kondisi ekonomi dari para siswa. Dalam kegiatan prakerin terdapat suatu kelompok kerja yang terdiri dari humas  dan industri yang bertanggung jawab atas siswa yang mengikuti kegiatan dan bertanggung jawab dalam pencarian lokasi perusahaan atau industri yang nantinya akan menjadi lokasi prakerin hingga memberikan kepercayaan kepada industri yang sudah terdaftar sebagai cabang kerja sama. Selain kelompok kerja, ada kepala sekolah selaku motivator untuk siswa-siswinya. Para siswa sudah pasti membutuhkan kemampuan, keahlian,bahkan mental untuk mengikuti prakerin namun motivasi disini juga sangat dibutuhkan guna meningkatkan rasa percaya diri untuk siswa tersebut.

            Sebelum dilaksanakan kegiatan PSG pihak sekolah melakukan pembekalan terlebih dahulu berupa pelatihan-pelatihan yang terbagi menjadi dua, yaitu pelatihan umum dan jurusan. Untuk pembekalan umum ini biasanya meliputi, sopan santun dan etika. Sedangkan pembekalan jurusan berupa ilmu-ilmu dasar tentang keahlian yang akan dipraktekkan. Kedua pembekalan tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan industri terhadap SMK Negeri 3 Jember. Perlunya pembekalan tersebut akan berpengaruh tehadap bagaimana industri menerima siswa SMK yang akan melaksanakan prakerin ditempatnya.

            Jadi menurut kelompok kami, SMK Negeri 3 Jember sudah melaksanakan kegiatan PSG secara terstruktur dengan baik, bahkan mulai dari persiapan sebelum keberangkatan. Namun dalam beberapa kegiatan bukan hanya kegiatan prakerin pasti akan menemui kelemahan atau kendala. Berikut beberapa kendala yang sampai saat ini belum ada penyelesaiannya :
A. Sulitnya mendapatkan lokasi prakerin yang terdekat. Siswa di SMK Negeri 3 Jember mayoritas berkeinginan melaksanakan prakerin di wilayah Jember, namun banyaknya sekolah SMK yang juga memiliki kegiatan yang sama ini membuat jumlah peserta prakerin dan industri tidak seimbang. Peserta prakerin jauh lebih banyak, bahkan tidak hanya dari SMK di kota Jember, banyak SMK dari luar kota Jember mengambil lokasi prakerin di Jember. Dari pihak SMK 3 sendiri tidak bisa mengharuskan siswanya prakerin di Jember karena kurangnya lokasi, pihak sekolah selalu memberikan tawaran kepada siswa dan walinya untuk memilih prakerin dimana yang sesuai dengan ekonomi mereka. Hal ini akan menjadi sulit untuk pihak sekolah, mereka harus mencari industri yang kemungkinan besar sudah bekerjasama dengan SMK lain, sedangkan siswanya kesulitan apabila kegiatan prakerin dilaksanakan diluar kota karena sebagian dari mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu. Penyelesaian untuk kendala ini, pihak sekolah dapat mengadakan rapat dan bernegosiasi dengan pihak wali murid. Untuk siswa sendiri kemungkinan bisa menerima keputusan tempat yang sudah ditetapkan oleh pihak sekolah. Akan tetapi, orang tua siswa pasti mempertimbangkan dana yang akan dikeluarkan selama masa prakerin. Dari rapat ini pihak sekolah bisa mengeluarkan anggaran lebih untuk siswa yang melaksanakan prakerin diluar kota. Pihak sekolah juga dapat memberikan motivasi kepada siswa dan orang tua siswa dengan menginformasikan bahwa diluar kota nanti siswa akan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak yang akan bermanfaat untuk siswa setelah lulus nanti, selain itu siswa juga akan mendapatkan uang makan yang lebih nominalnya lebih besar. Dengan motivasi ini siswa akan lebih semangat untuk melaksanakan prakerin di luar kota.

B.  Jangka waktu prakerin yang biasanya tidak tepat. Misalnya waktu prakerin yang harus ditempuh selama 1 bulan dimulai dari tanggal 1 maret dan otomatis berakhir pada tanggal 1 april, dari jadwal tersebut terkadang tidak ada kesesuaian, seperti pihak sekolah terlambat memberangkatkan siswa nya. Siswa yang seharusnya berangkat tanggal 1 terlambat selama 7 hari, hal ini yang akan merugikan siswa yang bersangkutan. Tidak memungkinkan untuk siswanya meninggalkan KBM dikelas selama 1 minggu untuk menyelesaikan prakerinnya, sedangkan dari pihak industri tidak mau dirugikan jadi jangka waktu harus sesuai dengan ketentuan. Dalam mengatasi masalah ini, sebaiknya sebelum pihak sekolah menempatkan siswanya prakerin di industri tersebut, pihaknya menegaskan kembali tentang tatacara prakerin, kontrak kerja prakerin yang MOU nya disepakati kedua belah pihak.
            Dari kedua kendala tersebut diatas, masih terdapat satu kendala yang berasal dari kompetensi yang dimiliki siswa dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. PSG atau Prakerin ini dinyatakan berhasil ketika siswa sudah mendapatkan sertifikat dan dapat dinyatakan lulus. Akan tetapi keberhasilan siswa biasa tidak dibarengi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang sesuai kemampuan dan keahliannya. Jadi banyak ditemukan siswa tamatan SMK yang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya. Misalnya saja, siswa tamatan Teknik Komputer Jaringan (TKJ)  bekerja di supermarket sebagai penjaga kasir. Tamatan TKJ yang seharusnya dapat memperoleh lapangan kerja sesuai dengan bidangnya menjadi banting setir bekerja ditempat yang mungkin bukan harapannya.

            Demikian beberapa kendala yang masih terjadi di SMK Negeri 3 Jember hingga saat ini beserta penyelesaiannya. Untuk meningkatkan kelancaran kegiatan prakerin itu sendiri,pihak sekolah dapat melakukan persiapan jauh-jauh hari dan secara matang, hal ini untuk meminimalisir munculnya kendala-kendala.



BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan                                             
Pendidikan Sistem Ganda adalah suatu kegiatan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh didalam pembelajaran di kelas. Tujuan utama darikegiatan PSG tersebut, yaitu meningkatkan dan mengembangkan keterampilan yang dimiliki siswa untuk bekal mereka ke lapangan pekerjaan yang sesuai dengan studi yang dipilihnya. Untuk pengelolaan PSG di SMK N 3 Jember sudah terstruktur dalam bentuk prakatek kerja industri atau prakerin. PSG disana dibawah naungan humas dan industri. Dalam pelaksanaannya siswa terlebih dahulu diberikan pembekalan berbentuk pelatihan, yaitu pelatihan umum dan jurusan sebelum para siswa terjun ke lapangan. Hal ini dimaksudkan agar siswa benar-benar siap dalam melaksanakan kegiatan PSG. Pihak sekolah menekankan pembekalan umum berupa sikap sopan santun dan juga etika yang baik. Untuk pembekalan keahlian berupa pemberian ilmu-ilmu dasar tentang keahlian yang akan dipraktekkan. Dalam kegiatan Pendidikan Sistem Ganda ini, pihak SMK N 3 Jember mengaku mendapatkan beberapa kendala yang salah satunya, yaitu jangka waktu lamanya pkakerin yang kurang tepat. Dengan begitu, siswa akan mendapatkan kerugian, waktu belajar siswa dikelas akan terpotong. Sedangkan pihak industri tidak mau dirugikan. Jadi mereka menginginkan waktu prakerin siswa ini penuh agar mereka tidak merugi.
3.2 Saran
Dari beberapa kendala yang ditemui pihak sekolah, seharusnya sebelum melakukan kerjasama atau menempatkan siswa nya pada industri pihak sekolah melakukan perjanjian khususnya untuk jangka waktu pelaksanaan prakerin. Disini pihak sekolah harus bisa menimbang-nimbang jangka waktu yang tepat, agar tidak ada kerugian diantara keduanya. Pihak sekolah juga harus tepat waktu dalam mengirimkan siswa nya tersebut.



DAFTAR PUSTAKA
Narasumber : Bag. Humas SMK N 3 Jember