Observasi
Diajukan
guna memenuhi tugas Matakuliah Profesi
Kependidikan
Dosen
Pengampu : Moh. Zulianto, S.Pd, M.Pd
Pengelolaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK
TEKNOLOGI
SMK NEGERI 3 JEMBER
Oleh
:
Kiki Zania Fitriana (160210301069)
Amalina Mubarokah (160210301082)
Aulia Devi Ramadhanty (160210301094)
Kelompok
11
Kelas
B
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU
PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
JEMBER
2017
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya, sehingga kami
dapat menyelesaikan laporan hasil observasi ini yang berjudul Pengelolaan
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK Teknologi. Kami dari kelompok 11 yang
melakukan wawanara di SMK Negeri 3 Jember. Laporan hasil observasi ini disusun
untuk melengkapi salah satu tugas mata kuliah Profesi Kependidikan.
Terima kasih juga kepada dosen
pembimbing dan semua pihak yang membantu dalam pembuatan laporan hasil observasi
ini, terutama dari pihak SMKN 3 Jember yang bersedia untuk kami wawancarai dan
memberikan informasi yang kami butuhkan. Tentunya laporan hasil observasi ini
tidak pernah luput dari kesalahan dan kekurangan baik itu di segi penulisan
ataupun penyusunan. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca yang sifatnya membangun untuk perbaikan hasil observasi kami lainnya di
kemudian hari.
Jember, 6 Mei 2017
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang masalah
1.2
Rumusan masalah
1.3
Tujuan
1.4
Manfaat
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Tinjauan
teori / konsep / pustaka
2.2 Paparan
Hasil Observasi (wawancara)
2.3 Pembahasan
/ Hasil Diskusi
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu sektor
penting dalam pembentukan sumberdaya manusia.Dapat dikatakan kalau kemajuan
suatu bangsa tergantung pada bagaimana bangsa itu membangun sumberdaya manusianya
menjadi berkualitas.Pendidikan kepada masyarakat itu penting.
Pada hakikatnya sumberdaya manusia yang
bermutu dalam konteks pembangunan Indonesia adalah manusia yang memiliki
kecerdasan intelektual yang tinggi, sikap dan budi pekerti yang baik serta
memiliki keterampilan handal. Jika bangsa Indonesia ini
berkualitas, pasti akan mencerminkan kualitas manusia Indonesia di masadepan.
Tentu
saja, penerapan konsep sumberdaya manusia berkualitas butuh waktu dan proses
yang panjang. Namun prinsipnya adalah secara bertahap, berangsur-angsur,
berkelanjutan dan terorganisir dengan baik.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apakah
yang dimaksud dengan pendidikan system ganda di SMK ?
2.
Di SMKN 3
Jember untuk bidang teknologi ada berapa jurusan? Dan seperti apa saja
spesifikasi dari jurusan teknologi tersebut?
3.
PSG ini
dilaksanakan pada saat kapan? Dan pada kelas berapa?
4.
Periode
PSG ini berapa lama dan apa saja yang dilakukan siswa disana?
5.
Pembekalan
apa saja yang dipersiapkan pihak sekolah untuk siswanya saat melaksanakan PSG?
6.
Apa saja
kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolan PSG?
7.
Seberapa
tingkat keberhasilan PSG yang telah dicapai oleh SMKN 3 Jember?
1.3 Tujuan
-
Untuk mengetahui tentang
pendidikan SMK yang ada di Indonesia.
-
Mengetahui proses pembelajaran di
SMK.
-
Mengetahui tentang Sistem
Pendidikan Ganda (PSG) di SMK.
-
Mengetahui metode dan strategi
penerapan PSG.
-
Memajukan pendidikan yang sudah
ada saat ini.
-
Mengetahui tujuan diadakannya
PSG.
-
Mengetahui manfaat yang diperoleh
dari kegiatan PSG
1.4 Manfaat
-
Dapat lebih memahami bagaimana
Sistem Pendidikan Ganda (PSG).
-
Jika nanti melakukan KKN di SMK,
akan lebih mengerti tentang PSG.
-
Mencari kelemahan pada Pendidikan
Sistem Ganda (PSG).
-
Keuntungan yang didapatkan untuk
siswa yang PSG.
-
Lebih meningkatkan lagi kualitas
pendidikan di Indonesia.
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Tinjauan Teori/Konsep/Pustaka
Istilah sistem merupakan istilah dari bahasa yunani
“system” yang artinya adalah himpunan bagian atau unsur yang saling berhubungan
secara teratur untuk mencapai tujuan bersama. Menurut John Mc. Manama, sistem
adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling
berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu
hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien. Sedangkan menurut L. James
Havery, sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu
rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud
untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang
telah ditentukan.Jika salah satu elemen rusak atau tidak berfungsi sebagaimana
mestinya, maka sistem tersebut pun akan terganggu fungsinya. Jadi dengan kata
lain, jika suatu elemen bermasalah maka elemen lain yang terhubung dengannya
juga akan bermasalah dan juga sistemnya.
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) atau mungkin lebih
akrab dikenal dengan Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu bentuk
penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional, yang memadukan secara
sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program
pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja
untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Pada saat ini istilah PSG
sudah jarang digunakan lagi dan berganti nama menjadi Prakerin (Praktik kerja
lapangan). Intinya tetap sama saja. Siswa diberikan pengalaman bekerja di dunia
usaha dan dunia industri.Ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan
dikuasai kapan dan dimana saja kita berada, sedangkan kiat tidak dapat
diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan langsung pekerjaan
pada bidang profesi itu sendiri.Sebelum terjun untuk melakukan prakerin, para
siswa disekolah kejuruan sudah dibekali ilmu yang sesuai dengan jurusan yang
mereka pilih.Bekal keilmuan yang mereka terima tersebut pastinya sangat
bermanfaat baginya di dunia kerja nanti.
Melalui
Pendidikan Sistem Ganda diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang
profesional tersebut.Dimana para siswa yang melaksanakan pendidikan tersebut
diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat dan sekaligus mempelajari dunia
industri.
Tanpa
diadakannya Pendidikan Sistem Ganda ini kita tidak dapat langsung terjun ke
dunia industri karena kita belum mengetahui situasi dan kondisi lingkungan
kerja.Selain itu perusahaan tidak dapat mengetahui mana tenaga kerja yang
profesional dan mana tenaga kerja yang tidak profesional.Pendidikan Sistem
Ganda memang harus dilaksanakan karena dapat menguntungkan semua pihak yang melaksanakannya.
Tujuan dilaksanakannya PSG diantaranya untuk :
·
Meningkatkan, memperluas dan
menetapkan keterampilan yang dapat membentukan kemampuan siswa sebagai bekal
untuk terjun ke lapangan pekerjaan yang sesuai dengan studi yang dipilihnya.
Meskipun nantinya jumlah peluang lowongan pekerjaan yang ada biasanya tidak
sesuai dengan bidang keahlian yang di miliki siswa.
·
Menumbuh kembangkan dan
memantapkan sikap professional yang di perlukan siswa untuk memasuki lapangan
kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.
·
Mengukur potensi siswa setelah
dihadapkan pada berbagai masalah di lapangan.
·
Mengembangkan dan memantapkan
sikap profesional yang di perlukan siswa untuk memasuki lapangan kerja sesuai
dangan bidangnya.
·
Menghasilkan lulusan-lulusan yang
memiliki keahlian profesional yaitu lulusan yang memiliki pengetahuan,
keterampilan dan etos kerja yang sama dengan tuntutan lapangan kerja yang
semakin kompetitif.
·
Selain itu PSG juga banyak
menguntungkan banyak pihak, bagi sekolah , bagi dunia usaha, bagi dunia
industri, bagi perusahaan, bagi instansi, dan terutama bermanfaat untuk siswa
tersebut.
2.2 Paparan Hasil Observasi (wawancara)
Observasi ini
kami lakukan di SMK Negeri 3Jember yang berlangsung pada tanggal 7 Maret
2016.Guna untuk memenuhi tugas matakuliah Profesi Kependidikan.Kami kelompok 11
mendapatkan tema observasi “Pendidikan Sistem
Ganda di SMK Teknologi”.Dari hasil observasi
tersebut terdapat berbagai informasi yang kami butuhkan
berkaitan tentang pendidikan sistem
ganda di SMK Negeri 3 Jember tersebut.
Kami memilih observasi di SMK
Negeri 3 Jember ini karena di sekolah ini ada kompetensi keahlian yang berkaitan dengan tema
observasi kami yakni tentang teknologi. Di SMK Negeri 3 Jember ini ada beberapa
paket keahlian yakni :
-
Jasa Boga
-
Tata Busana
-
Akomodasi
Perhotelan
-
Kecantikan
Rambut
-
Usaha
Perjalanan Wisata
-
Multimedia
-
Rekayasa
Perangkat Lunak
-
Teknik Komputer
Jaringan
Tetapi untuk fokus kami , hanya melakukan observasi tentang paket
keahlian yang berkaitan dengan teknologi saja. Fokus dengan paket keahlian
Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Teknik Komputer dan Jaringan
(TKJ).
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK Negeri 3 Jember terstruktur dalam bentuk praktek kerja industri atau yang biasa
disebut dengan istilah Prakerin.Pengelolaan pendidikan sistem ganda ini di
bawah naungan humas dan industri, dimana dari dua Pokja (kelompok kerja)
tersebut terbagi menjadi dua komponen kerja yakni bagian praktek kerja industri
yang membawahi semua K3 (ketua kompetensi keahlian) dan yang kedua adalah
bagian bursa kerja khusus (BKK) dan promosi sekolah.
SMK Negeri 3 Jember membangun kerjasama dengan sejumlah perusahaan , instansi pemerintah maupun swasta, beberapa usaha industri , beberapa hotel
dan bidang – bidang usaha tentang elektronik dan teknologi di seluruh Indonesia. Namun wilayah yang lebih
dominan sering ditempati sebagai tempat praktek kerja lapangan (PSG) adalah di
pulau Jawa khususnya Jawa Timur dan Bali.
Untuk penempatan siswa PSG biasanya diluar kota tetapi sekitar wilayah Pulau Jawa dan Bali. Tentunya hal ini disesuaikan dengan pertimbangan biaya hidup di sejumlah kota tersebut lebih efisien
dan terjangkau oleh kalangan kelas menengah kebawah yang sudah di sepakati oleh
siswa dan wali murid itu sendiri. Hal ini dimaksudkan oleh pihak sekolah
sebagai upaya meringankan beban yang di tampung oleh wali murid.Pihak sekolah hanya memberikan penawaran
tempat-tempat yang bisa di jadikan sebagai tempat praktek kerja industri (PSG)
saja, untuk selebihnya pihak sekolah menyerahkan kepada pihak wali murid untuk
dipertimbangkan lebih jauh dengan siswanya.
Pihak sekolah juga tidak
sembarangan memilihkan tempat prakerin untuk siswanya. Biasanya untuk murid
yang pandai dan terampil serta mumpuni dalam bidang kejuruannya, biasanya di
tempatkan diluar kota. Hal itu dimaksudkan supaya para siswa tersebut bisa
menyerap ilmu dari wilayah yang jauh beda dengan lingkungan yang biasanya
mereka tinggali. Jika diluar kota pasti banyak perbedaan dengan yang ada di
kota mereka sendiri. Pengalaman itulah yang ingin pihak sekolah berikan kepada
para siswa nya.
Pelaksanaan Pendidikan
Sistem Ganda (PSG) di SMK Negeri 3 Jember dilaksanakan siswa kelas 11 atau
kelas 2 melakukan praktek di industri untuk mempraktekan langsung di dunia
nyata. Waktu pelaksanaan PSG khususnya keahlian teknologi seperti Multimedia, rekayasa perangkat lunak (RPL) dan Teknologi
Komputer Jaringan (TKJ)berlangsung mulai bulan
Januari-April, yaitu selama 4 bulan dan paling lama selama 6 bulan. Pihak sekolah menghitung tanggal sejak penyerahan siswa nya di pihak
DU/DI hingga per tanggal yang sudah disepakati atau sudah disetujui oleh kedua
belah pihak, yakni pihak sekolah dan pihak DU/DI. Tetapi
di sekolah ini diterapkan 4 bulan karena jika siswa terlalu lama di luar
sekolah dikhawatirkan akan sulit untuk mengikuti pelajaran biasa yang ada di
sekolah. Selama prakerin siswa harus melaksanakan sejumlah kewajiban diantaranya adalah menjunjung tinggi nama
baik almamater, melaporkan keberadaannya kepada sekolah setiap bulannya,
memenuhi kewajiban administrasi keuangan setiap bulannya kepada sekolah, dan
mentaati peraturan yang berlaku di dunia usaha atau dunia industri, wajib
mengenakan identitas sekolah selama di dunia usaha/industri dan diasuransikan,
mengisi buku jurnal kegiatan harian sesuai yang dilakukan di dunia
usaha/industri, melaporkan kepada kepala sekolah jika pindah tempat prakerin. Untuk
siswa kelas 10 atau kelas 1 juga sudah diajarkan prakerin.Prakerin tersebut
maksudnya adalah praktek intern. Praktek intern berguna sebagai persiapan
prakerin yang akan dilaksanakan di kelas 2. Dalam praktek intern, siswa akan
berlajar untuk berkreatif, tanggung jawab, berinteraksi dengan guru di luar
suasana KBM pada wajarnya, meningkatkan ketahanan mental, dan memberikan
pengetahuan tentang praktek kerja itu sendiri.
Sebelum para siswa
diberangkatkan untuk melakukan pendidikan sistem ganda atau yang biasa disebut
dengan praktek kerja industri, terlebih dahulu mereka dibekali
pelatihan-pelatihan khusus kurang lebih satu bulan sebelum
diberangkatkan.Pembekalannya pun terbagi menjadi dua bagian, yakni pembekalan
umum dan pembekalan jurusan.Untuk pembekalan umum ini biasanya meliputi
pelatihan etika dan sopan santun sebelum nantinya mereka berada di industri
tempat mereka melangsungkan PSG. Bagi SMK Negeri
3 Jember sopan santun dan etika dalam berinteraksi dengan orang lain tentu
sangat penting. Para siswa tentu saja membawa nama baik sekolah, nama baik
kabupaten, nama baik keluarga mereka dan tentunya nama baik mereka sendiri.
Jika pendidikan etika , moral dan sopan santun ini tidak dipertegas oleh pihak
sekolah, pastilah sangat merugikan bagi siswa itu sendiri.
Sebelum siswa diberangkatkan
PSG diadakan pembekalan secara akademik.Pembekalan
akademik ini meliputi
pelatihan-pelatihan ilmu dasar tentang kompetensi keahlian yang akan mereka
praktekan di industri. Dan juga pemberian materi-materi pembekalannya seperti orientasi dunia usaha
atau industri, tugas dan kewajiban siswa prakerin di dunia usaha/ industri,
petunjuk pengisian buku-buku prakerin seperti jurnal prakerin, pembuatan
laporan dan sebagainya, pembenahan sikap siswa selama di dunia usaha/industri. Pembekalan akademik dibantu juga dari pokja
(kelompok kerja) 1 hari sebelum
keberangkatan untuk mendiskusikan kembali tentang
kapan diberangkatkan siswanya, kegiatan apa saja yang dilakukan siswanya di
tempat prakerin, jadwal keberangkatan hingga jadwal atau rutinitas siswa yang
sedang menempuh prakerin di dunia industri. Di SMK Negeri 3 Jember ini kepala
sekolah bertindak sebagai motivator yang selalu memberi nasehat dan memberikan
semangat kepada siswa yang prakerin supaya bisa melalakukan yang terbaik untuk
dirinya sendiri dan kepala sekolah juga berharap para siswa yang prakerin
tersebut bisa mengimplementasikan dan menerapkan bidang keilmuan dan bidang
jurusan keahlian yang sudah ia pelajari selama masa sebelum ia berangkat PSG.
Dan untuk yang pembekalan jurusan ini meliputi
pelatihan-pelatihan ilmu dasar tentang kompetensi keahlian yang akan mereka
praktekkan di dunia usaha dan dunia industri. Hal ini merupakan bagian dari usaha yang
dilakukan oleh masing-masing ketua jurusan agar nantinya disaat para siswa
melangsungkan praktek kerja industri tidak canggung dan mungkin akan lebih
memuaskan industri yang tengah ditempati siswanya tersebut.
Pihak sekolah selalu
menekankan tentang moralitas, etika, kesopanan dan kedisiplinan siswanya. Yang
bertujuan untuk menjaga nama baik SMK Negeri 3 Jember ini agar tidak berdampak
negatif untuk adik-adik kelasnya dikemudian hari. Jika perilaku siswa yang
prakerin itu buruk, untuk adik kelas selanjutnya yang akan ber prakerin juga
tentunya sudah tidak dipercaya lagi melakukan praktek kerja di DU/DI tersebut.
Selain itu jika siswa berperilaku buruk, tentu akan berpengaruh dengan
sertifikat praktik kejuruan yang merupakan syarat standarisasi SMK untuk
menempuh kenaikkan kelas dan kelulusannya pada saat sudah kelas duabelas (XII).
Prakerin
tersebut bermanfaat bagi siswa yaitu meningkatkan kompetensi siswa, karena
siswa dapat mengaplikasikan sebagian teori yang di sekolah serta meningkatkan
pengetahuan tentang apa yang di praktekan di tempat prakerin. Selama
melaksanakan prakerin secara tidak langsung meningkatkan kompetensi
masing-masing seperti berinteraksi, bersosialisasi dengan jam kerja dan
menghadap orang kantor yang sesungguhnya sangat berbeda dengan interksi yang ada
di sekolah. Dengan demikian akan menambah kemampuan sebagai bekal untuk melamar
pekerjaan di masa mendatang.
Dalam pelaksanaan PSG
tersebut terdapat kendala-kendala yang dihadapi seperti waktu atau jangka waktu
lamanya praktek kerja industri ini.Harus ada komitmen dengan perusahaan atau
instansi agar batas waktu PSG tersebut jelas. Di kota Jember menjadi sasaran
SMK teknologi lainnya untuk dijadikan tempat PSG, sehingga pihak sekolah harus
bisa melobi atau mendekati perusahaan/instansi agar siswanya bisa PSG tidak di
luar kota Jember. Hal tersebut dikarenakan susahnya mencari tempat PSG yang
jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah siswa yang butuh tempat PSG. Kendala yang lain seperti keterbatasan dana yang dimiliki
pihak sekolah untuk melaksanakan program prakerin menyebabkan pihak siswa harus
membayar biaya tambahan. dana tambahan yang dikeluarkan siswa tersebut dalam
kenyataannya jumlahnya cukup besar karena lamanya waktu yang digunakan untuk
melakukan kegiatan prakerin. Hal ini sebagai kendala sekolah terutama bagi
siswa yang datang dari keluarga tak mampu.Selain itu dari anak didik/ siswa
kurangnya keseriusan dari mereka menyebabkan pelaksanaan Prakerin tidak bisa
memperoleh hasil seperti yang diharapkan. Meskipun jumlahnya kurang dari 5%,
akan tetapi Masih ditemukan siswa yang menganggap bahwa prakerin itu sebagai
sesuatu hal yang dilakukan secara santai saja, sehingga mereka sering tidak
masuk, membolos dan bahkan tidak memperhatikan selama pelaksanaan prakerin.
Mereka menganggap masa pendidikannya telah berakhir.Prakerin hanya untuk
formalitas belaka.Ini tentu berdampak pada efektivitas dan efisiensi dari
program tersebut.
Tingkat keberhasilan yang telah di capai oleh SMK
Negeri 3 Jember ini cukup memuaskan, sebab tidak kurang
dari 80% siswa telah di rekrut oleh perusahaan maupun industri dimana tempat
mereka melaksanakan PSG. Memang tak dapat di pungkiri bahwa keberadaan SMK di
berbagai daerah kini telah menyumbangkan sekian prosen siswa siap kerja dengan
berbagai keahlian di bidangnya. Hal ini membuktikan bahwa dengan adanya SMK
setidaknya angka pengangguran di Indonesia akan lebih berkurang di bandingkan
dengan kondisi dimana sekolah menengah kejuruan belum berkembang seperti
sekarang ini.
Pemerintah pun kini tengah
mensosialisasikan kepada khalayak masyarakat untuk mendukung program pemerintah
melalaui sekolah menengah kejuruan dengan berbagai keahlian atau bidang di
dalamnya. Sehingga diharapkan tahun demi tahun sekolah menengah kejuruan
menyumbangkan tenaga kerja yang terampil dan kompeten di bidangnya
masing-masing untuk meminimalisir angka pengangguran yang sudah membengkak di
Indonesia ini.
2.3 Pembahasan / Diskusi Hasil
Pada tanggal 7 Maret 2017 lalu, kelompok kami
sudah melakukan observasi ke SMK Negeri 3 Jember dengan tema “Pendidikan Sistem
Ganda di SMK Teknologi”. SMK Negeri 3
Jember merupakan salah satu SMK yang berbasih pariwisata, akan tetapi disini
terdapat beberapa paket keahlian terkait dengan teknologi, yaitu Multimedia,
Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknik Komputer Jaringan.
Dari hasil observasi yang sudah kami
lakukan, kami telah memperoleh beberapa informasi yang kami butuhkan. Sesuai
namanya Sekolah Menengah Kejuruan merupakan jenjang pendidikan yang
mempersiapkan siswanya untuk terjun ke dunia kerja sesuai dengan keahliannya.
SMK memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswanya dan mengembangkan
kompetensi siswa di bidang pekerjaan tertentu. Pada kenyataannya tidak semua
siswa tamatan SMK siap menghadapi dunia kerja yang sejatinya berbeda dengan
dunia ketika ia sekolah. Disini peran sekolah sangat
Pendidikan Sistem Ganda atau Praktek
Industri (Prakerin) di SMK Negeri 3 Jember sudah dilaksanakan sesuai teori,
yakni pihak sekolah sudah melakukan kerja sama dengan pihak-pihak industri yang
khususnya berada di wilayah Kabupaten Jember. Meskipun ada beberapa jalinan
kerjasama yang diluar kota Jember seperti di Bali, namun yang berada di kota
Jember ini yang diutamakan hal ini melihat situasi dan kondisi ekonomi dari
para siswa. Dalam kegiatan prakerin terdapat suatu kelompok kerja yang terdiri
dari humas dan industri yang bertanggung
jawab atas siswa yang mengikuti kegiatan dan bertanggung jawab dalam pencarian
lokasi perusahaan atau industri yang nantinya akan menjadi lokasi prakerin
hingga memberikan kepercayaan kepada industri yang sudah terdaftar sebagai
cabang kerja sama. Selain kelompok kerja, ada kepala sekolah selaku motivator
untuk siswa-siswinya. Para siswa sudah pasti membutuhkan kemampuan,
keahlian,bahkan mental untuk mengikuti prakerin namun motivasi disini juga
sangat dibutuhkan guna meningkatkan rasa percaya diri untuk siswa tersebut.
Sebelum dilaksanakan kegiatan PSG pihak
sekolah melakukan pembekalan terlebih dahulu berupa pelatihan-pelatihan yang
terbagi menjadi dua, yaitu pelatihan umum dan jurusan. Untuk pembekalan umum
ini biasanya meliputi, sopan santun dan etika. Sedangkan pembekalan jurusan
berupa ilmu-ilmu dasar tentang keahlian yang akan dipraktekkan. Kedua
pembekalan tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan industri terhadap SMK
Negeri 3 Jember. Perlunya pembekalan tersebut akan berpengaruh tehadap
bagaimana industri menerima siswa SMK yang akan melaksanakan prakerin
ditempatnya.
Jadi menurut kelompok kami, SMK
Negeri 3 Jember sudah melaksanakan kegiatan PSG secara terstruktur dengan baik,
bahkan mulai dari persiapan sebelum keberangkatan. Namun dalam beberapa
kegiatan bukan hanya kegiatan prakerin pasti akan menemui kelemahan atau
kendala. Berikut beberapa kendala yang sampai saat ini belum ada
penyelesaiannya :
A. Sulitnya mendapatkan lokasi prakerin yang
terdekat. Siswa di SMK Negeri 3 Jember mayoritas berkeinginan melaksanakan
prakerin di wilayah Jember, namun banyaknya sekolah SMK yang juga memiliki
kegiatan yang sama ini membuat jumlah peserta prakerin dan industri tidak
seimbang. Peserta prakerin jauh lebih banyak, bahkan tidak hanya dari SMK di
kota Jember, banyak SMK dari luar kota Jember mengambil lokasi prakerin di
Jember. Dari pihak SMK 3 sendiri tidak bisa mengharuskan siswanya prakerin di
Jember karena kurangnya lokasi, pihak sekolah selalu memberikan tawaran kepada
siswa dan walinya untuk memilih prakerin dimana yang sesuai dengan ekonomi
mereka. Hal ini akan menjadi sulit untuk pihak sekolah, mereka harus mencari
industri yang kemungkinan besar sudah bekerjasama dengan SMK lain, sedangkan
siswanya kesulitan apabila kegiatan prakerin dilaksanakan diluar kota karena
sebagian dari mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu. Penyelesaian
untuk kendala ini, pihak sekolah dapat mengadakan rapat dan bernegosiasi dengan
pihak wali murid. Untuk siswa sendiri kemungkinan bisa menerima keputusan
tempat yang sudah ditetapkan oleh pihak sekolah. Akan tetapi, orang tua siswa
pasti mempertimbangkan dana yang akan dikeluarkan selama masa prakerin. Dari
rapat ini pihak sekolah bisa mengeluarkan anggaran lebih untuk siswa yang
melaksanakan prakerin diluar kota. Pihak sekolah juga dapat memberikan motivasi
kepada siswa dan orang tua siswa dengan menginformasikan bahwa diluar kota
nanti siswa akan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak yang akan bermanfaat
untuk siswa setelah lulus nanti, selain itu siswa juga akan mendapatkan uang
makan yang lebih nominalnya lebih besar. Dengan motivasi ini siswa akan lebih
semangat untuk melaksanakan prakerin di luar kota.
B. Jangka waktu prakerin yang biasanya tidak
tepat. Misalnya waktu prakerin yang harus ditempuh selama 1 bulan dimulai dari
tanggal 1 maret dan otomatis berakhir pada tanggal 1 april, dari jadwal
tersebut terkadang tidak ada kesesuaian, seperti pihak sekolah terlambat
memberangkatkan siswa nya. Siswa yang seharusnya berangkat tanggal 1 terlambat
selama 7 hari, hal ini yang akan merugikan siswa yang bersangkutan. Tidak
memungkinkan untuk siswanya meninggalkan KBM dikelas selama 1 minggu untuk
menyelesaikan prakerinnya, sedangkan dari pihak industri tidak mau dirugikan
jadi jangka waktu harus sesuai dengan ketentuan. Dalam mengatasi masalah ini,
sebaiknya sebelum pihak sekolah menempatkan siswanya prakerin di industri
tersebut, pihaknya menegaskan kembali tentang tatacara prakerin, kontrak kerja
prakerin yang MOU nya disepakati kedua belah pihak.
Dari
kedua kendala tersebut diatas, masih terdapat satu kendala yang berasal dari
kompetensi yang dimiliki siswa dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. PSG atau
Prakerin ini dinyatakan berhasil ketika siswa sudah mendapatkan sertifikat dan
dapat dinyatakan lulus. Akan tetapi keberhasilan siswa biasa tidak dibarengi
dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang sesuai kemampuan dan keahliannya.
Jadi banyak ditemukan siswa tamatan SMK yang bekerja tidak sesuai dengan
bidangnya. Misalnya saja, siswa tamatan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) bekerja di supermarket sebagai penjaga kasir.
Tamatan TKJ yang seharusnya dapat memperoleh lapangan kerja sesuai dengan
bidangnya menjadi banting setir bekerja ditempat yang mungkin bukan harapannya.
Demikian
beberapa kendala yang masih terjadi di SMK Negeri 3 Jember hingga saat ini
beserta penyelesaiannya. Untuk meningkatkan kelancaran kegiatan prakerin itu
sendiri,pihak sekolah dapat melakukan persiapan jauh-jauh hari dan secara
matang, hal ini untuk meminimalisir munculnya kendala-kendala.
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pendidikan
Sistem Ganda adalah suatu kegiatan pendidikan keahlian profesional yang
memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah
dan pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja
untuk mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh didalam pembelajaran di
kelas. Tujuan utama darikegiatan PSG tersebut, yaitu meningkatkan dan
mengembangkan keterampilan yang dimiliki siswa untuk bekal mereka ke lapangan
pekerjaan yang sesuai dengan studi yang dipilihnya. Untuk pengelolaan PSG di
SMK N 3 Jember sudah terstruktur dalam bentuk prakatek kerja industri atau
prakerin. PSG disana dibawah naungan humas dan industri. Dalam pelaksanaannya
siswa terlebih dahulu diberikan pembekalan berbentuk pelatihan, yaitu pelatihan
umum dan jurusan sebelum para siswa terjun ke lapangan. Hal ini dimaksudkan
agar siswa benar-benar siap dalam melaksanakan kegiatan PSG. Pihak sekolah
menekankan pembekalan umum berupa sikap sopan santun dan juga etika yang baik.
Untuk pembekalan keahlian berupa pemberian ilmu-ilmu dasar tentang keahlian
yang akan dipraktekkan. Dalam kegiatan Pendidikan Sistem Ganda ini, pihak SMK N
3 Jember mengaku mendapatkan beberapa kendala yang salah satunya, yaitu jangka
waktu lamanya pkakerin yang kurang tepat. Dengan begitu, siswa akan mendapatkan
kerugian, waktu belajar siswa dikelas akan terpotong. Sedangkan pihak industri
tidak mau dirugikan. Jadi mereka menginginkan waktu prakerin siswa ini penuh
agar mereka tidak merugi.
3.2 Saran
Dari
beberapa kendala yang ditemui pihak sekolah, seharusnya sebelum melakukan
kerjasama atau menempatkan siswa nya pada industri pihak sekolah melakukan
perjanjian khususnya untuk jangka waktu pelaksanaan prakerin. Disini pihak
sekolah harus bisa menimbang-nimbang jangka waktu yang tepat, agar tidak ada
kerugian diantara keduanya. Pihak sekolah juga harus tepat waktu dalam
mengirimkan siswa nya tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Narasumber
: Bag. Humas SMK N 3 Jember